Sabtu, 21 Mei 2011

[FANFIC] Saranghaeyo My Namja ~♡

Author : Miss Hara
Main Cast : Seo Min Jung (Imaginative Character)
                 : Cho Kyu Hyun (Super Junior)
Genre : Romantic
Ratings : up2u ^^

= Minjung P.O.V =

Aku tidak dapat berkata-kata, ya.. Aku memang tidak dapat berkata apa-apa pada seorang namja disampingku ini. Setiap kelakuannya sejak tadi cukup membuatku jengkel tingkat dewa, padahal hari ini adalah hari terakhir kami bertemu, karna besok aku akan pergi ke Amerika untuk sekolah beberapa tahun disana. Tapi dia kelihatan tenang - tenang saja malah dia tak memperhatikanku sejak aku berkata akan pergi ke Amerika. Sekarang dia sibuk berteleponan dengan entah siapa orang itu, tapi kurasa adalah wanita. Sepertinya asyik sekali sampai ocehanku tidak didengarnya sama sekali. Cukup .. rasanya aku ingin menangis dan berteriak didepannya kalau aku sudah muak dengannya. Aku ingin mengakhiri hubunganku dengannya lalu memulai hidup baru di Amrik dan tidak akan pernah kembali lagi ke Korea. Baru saja aku ingin mengutarakan niatku padanya, tiba-tiba dia menutup telponnya dan bertanya padaku..
"Kau mau pulang ?" Aku semakin jengkel mendengarnya. Kenapa dia tidak ingin lebih lama bersamaku ? Apa dia benar - benar ingin aku pergi ? Aku hanya bisa terdiam.

= Minjung P.O.V END =

= Kyuhyun P.O.V =

Aku sudah menyiapkan kejutan untuknya besok, karena yeojachinguku ini besok akan ke Amerika. Memang semenjak dia berkata akan pergi ke Amerika aku mulai bersikap cuek padanya, dan dia kelihatannya sangat marah padaku. Hari ini adalah hari terakhir kami berkencan, aku tahu itu, makanya aku sudah mempersiapkan semuanya besok. Aku menelpon manajerku untuk menanyakan semua rencanaku, dan dia menjawab semuanya oke, aku sangat senang mendengarnya sampai Minjung terlihat semakin dengki padaku, tapi aku berusaha untuk tidak melihatnya. Aku sangat mencintainya oleh karena itulah aku tidak ingin melihatnya, semakin aku sering melihatnya, aku semakin tidak ingin membiarkannya pergi. Akupun langsung menutup handphoneku saat dia seperti hendak berbicara padaku tapi tidak ada satu katapun keluar dari mulutnya. Ketika aku menawarinya pulang dia malah tambah marah padaku dan hanya diam saja tanpa menjawab apa-apa.
"Kau marah ?" Tanyaku lagi. Tiba-tiba dia menangis, aku terkejut dan langsung memeluknya, tapi dia melepas pelukanku dengan kasar dan berkata..
"KAU JAHAT !" lalu dia berlari meninggalkanku. Aku hanya diam terpaku karena begitu shock. Dia marah besar padaku.

= Kyuhyun P.O.V END =

= Minjung P.O.V =

Aku memang benar-benar babo bisa mempunyai namja seperti dia ! Dia memang sangat-sangat menyebalkan ! Sebenarnya aku ingin mengakhiri hubunganku dengannya, tapi entah mengapa kubatalkan karena dia memelukku, membuatku tambah kesal saja ! Bahkan dia tidak mengejarku maupun menelponku. Aku berlari pulang meninggalkannya yang diam terpaku dan menangis sejadi-jadinya di kamar. Keesokan harinya aku membereskan barang-barangku dengan mata sembab.
"Minjung-ah ! kau sudah siap belum ? nanti kita ketinggalan pesawat nih.." panggil ummaku dari luar.
"Ne eomma" jawabku lalu segera turun.
"Aigoo, Minjung-ah, waeyo ? matamu kok bisa seperti itu? kau kemarin bertengkar dengan Kyu ?" tanya ummaku yang tampak kaget melihatku.
"Gwaenchana.." jawabku bohong "Aku tidak bertengkar dengannya. Aku hanya menonton film sedih semalam."
"Mwo ? film seperti apa?" tanya ummaku lagi. aku hanya bisa menghela napas menjawabnya.
"Ayo kita berangkat" kataku mengalihkan pembicaraan, takut kalau ummaku bertanya-tanya lagi soal Kyuhyun. Aku akan melupakan Kyu dan memulai kehidupan baruku sekarang.

= Kyuhyun P.O.V =

Aku benar-benar tidak bisa tidur semalam ! Aku tak bisa berhenti memikirkan Minjung. Bagaimana kalau dia membenciku? Bagaimana kalau dia mau melupakanku ? Argh .. pokoknya tidak bisa ! dia harus menjadi milikku, cuma menjadi milikku ! *nyolot amat* Aku melihat jam tanganku.. Jam 9. Pasti dia sudah berangkat ke bandara. Tanpa pikir panjang akupun langsung pergi ke bandara Incheon, dan tiba disana tak lama sebelum Minjung datang. Aku mengikuti Minjung dari kejauhan. Sekarang dia sedang menunggu keberangkatannya, dia tampak manis sekali mengenakan dress berwana kuning cerah dan hiasan di rambutnya itu. Ahh, aku harus cepat-cepat melupakan rasa sakit ini. Inilah saatnya.. Aku segera menghubungi manajerku dan menyuruhnya untuk bersiap-siap. Setelah mempersiapkan semuanya aku segara lari turun ke lapangan rumput yang tepat di belakang dimana Minjung berdiri di atas. Aku langsung menelponnya dengan nomor private, dia mengangkatnya !

= Kyuhyun P.O.V END =

= Minjung P.O.V =

"Yeoboseyo ? ini siapa ya ?" tanyaku pada orang yang menelponku dengan nomor private ini. Orang misterius itu diam sesaat dan tiba-tiba dia berkata
"Berbaliklah ke arah lapangan di belakangmu dan lihatlah langit." Sepertinya aku mengenal suara ini, tapi tanpa basa-basi aku langsung berbalik dan menatap langit. Tiba-tiba sebuah pesawat melintas di depanku, pesawat itu terbang dan asapnya seperti menuliskan sebuah kata di langit.

'SARANGHAEYO SEO MIN JUNG'

Hatiku yang kosong mulai terisi kembali. Tak terasa air mataku meluap dan membasahi pipiku. Ternyata, Kyu yang merencanakan ini semua. Aku langsung turun menyusul Kyu dibawah dan memeluknya.
"NADO SARANGHAE CHO KYUHYUN" teriakku "Mian kemarin aku telah marah padamu, ternyata kau tidak mempedulikanku untuk menguji kesetiaanku kan? mianhae"
Dia tersenyum dan dengan tenang menjawab "Anio, aku hanya tidak ingin melihatmu tersenyum"

= Minjung P.O.V END =

= Kyuhyun P.O.V =

Dia terkejut dan langsung melepaskan pelukanku saat mendengar jawabanku.
"Ya ! Kau tidak ingin melihatku tersenyum katamu ? apa maksudmu ?" tanyanya mulai ngambek lagi. Aku tidak dapat menahan senyum saat melihat tingkahnya yang sedang cemberut. Aku memeluknya kembali dan menjawabnya
"Ne, karena kalau aku melihatmu tersenyum aku semakin tidak sanggup membiarkanmu pergi." Yeojachinguku ini memukul halus bahuku sambil tersenyum.
"Ini senyum terakhirku yang bisa kamu lihat tahu. Kamu memang menyebalkan ya ! Tapi entah mengapa aku tidak bisa membencimu."
Dengan perlahan aku mencium bibir mungil yeojaku ini.
"Setelah kau kembali nanti, aku akan menikahimu. I promise you" ucapku menggenggam tangan yeojachinguku dengan lembut.
"Aku pegang janjimu" jawabnya dan kamipun tertawa bersama.
Aku percaya bahwa kebahagiaan sedang menanti kami.

= Kyuhyun P.O.V END =


- THE END - 

Rabu, 02 Februari 2011

[FANFIC] Happy Family ☆ (SHINee)

Author : Miss Hara
Main Cast : Onew (Onyu) = Appa-deul :D
                   Jonghyun (Jjong) = Babo Ahjuh-ssi :P
                   Key (Key umma) = Umma-deul :)
                   Minho (Mino) = Hyung :*
                   Taemin (Me) = Dongsaeng =)
Genre : Comedy, Romantic (?)
Rating : G

"AYOO SEMUA BANGUUNNNN !!" Teriak Key-umma suatu pagi di dorm. Aku dan Minho-hyung langsung terbangun karena teriakan umma yang membahana di seluruh negeri eh kamar, sedangkan Onyu-appa sedang duduk membaca koran sambil minum kopi.
"Aku sudah bangun umma." kataku sambil menguap takut kalau-kalau umma berteriak lagi.
"Bagus, aku sudah menyiapkan sarapan untuk kalian, gosok gigi dulu baru sarapan. Umma tunggu di luar." Celoteh umma lalu keluar.
"Aku masih ngantuk nih. Mau tidur lagi." ujarku lemas.
"Ye, Umma cerewet banget sih." ejek hyungku jengkel. Tiba-tiba tanpa kami sadari umma kembali ke kamar dan melotot ke arah kami berdua.
"Tadi kalian bilang apa ?!" Tanya umma geram yang mengejutkan kami berdua.
"A... Aniyo oemma, bukan apa-apa." Jawabku dan hyung serentak. Kami sangat takut pada Key-umma yang super galak. Untunglah appa datang dan mencairkan suasana dengan tampang polosnya.
"Kalian sudah bangun ? Ayo cepat gosok gigi dan sarapan dengan appa." katanya sembari memberikan senyum manisnya.
"Ah my honey *sok inggris --*, kau sarapan saja duluan. Biar dua anak ini umma yang urus." Ujar umma sambil memegang pundak dubu-appa dengan mesranya.
"Hari ini sarapan ayam kan ?" Tanya appa si Chicken Mania.
"Oh mianhae honey, hari ini kita makan nasi goreng spesial ala chef umma, kekeke" Kata umma berusaha untuk tidak membuat appa ngambek. Tapi percuma saja, appa langsung cemberut dan mulai ngambek.
"Begitu ya.. Huh.." jawab appa cuek lalu pergi.
"Yahh .. Honey ngambek lagi .." Kata umma sedih. Sementara aku dan hyung cuma bisa terkikik-kikik melihat mereka berdua.
"Apa lihat - lihat ? Senyum - senyum segala lagi. Kalian senang melihat umma sedih ? Sudah cepat sana gosok gigi !" lanjut umma yang kelihatannya mulai ngamuk lagi.
"Ne omma !" jawabku dan hyung langsung pergi ke kamar mandi.
Setelah aku dan Mino-hyung gosok gigi sambil bercanda dan bermesraan (?) kami langsung menuju meja makan untuk sarapan. Saat kami sedang asik-asiknya sarapan, tiba-tiba bel pintu berbunyi. Rupanya sang pabo ahjuh-ssi yang genit dan super duper playboy datang.
"Biar aku yang buka pintunya. Tunggu disana ya jjong ! ♥" Teriak umma berlari ke arah pintu.
"Taemin-ah, sepertinya omoni senang ya kalo Jjong-ahjuhssi genit itu datang." Komentar hyungku sambil menyuap sesendok nasi ke mulutnya.
"Ne. Tapi jangan sampai umma selingkuh dengan ahjuhssi ! Hati appa bisa hancur berkeping keping."
"Untung appa sudah pergi kerja." ujar hyung khawatir.
"Ye" jawabku.
Saat umma membuka pintu, pabo ahjuhssi itu langsung memeluk Key-umma, sungguh menyebalkan. Tapi mengapa umma terlihat senang juga ? Gawat...
"Apa kabar yeoja chinguku ? aku sangat rindu padamu !" kata ahjuhssi itu genit.
"Huss ! jangan disini ah ! nanti ketahuan anak-anak !" Ujar key-umma.
Aku dan Mino-hyung memperhatikan mereka dari jauh. Suara ahjuhssi dan umma kurang jelas, jadi kami hanya bisa melihat mereka berdua bermesraan. Dan apa yang aku dan hyung tidak inginkan malah terjadi, tiba-tiba Onew-appa membuka pintu dan langsung masuk, mungkin karena ada barang yang ketinggalan. Onew-appa pun melihat Jjong-ahjuhssi berpelukan dengan Key-umma. Tas appa terjatuh seketika, dan dia hanya terbengong-bengong melihat mereka berdua karena shock. Sementara ahjuhssi yang terkejut melihat kedatangan appa secara tiba-tiba langsung melepas pelukan umma. Umma pun yang tidak tahu kalau appa kembali lagi lemas dan jatuh pingsan.
"Bagaimana ini Taemin-ah ?" Tanya Mino-hyung.
"Aku tidak tahu." jawabku bagaikan orang pabo.


- THE END -

Rabu, 22 Desember 2010

I am a dreamer ! (pt. 2)

Kukira aku akan mati, makanya kututup mataku. Tapi tak kusangka, pisau itu sekarang bukan menancap di tubuhku, melainkan di tangan Taejun ! "Yaampun Taejun ! ngapain kamu disini ?!" Tanyaku terkejut melihat tangannya yang berlumuran darah. "Jangan berisik !" jawabnya lalu berbalik, dan dengan gesitnya dia menghajar preman-preman itu. Preman-preman itupun akhirnya kalah dan segera lari meninggalkan uang anak kecil itu. Akupun segera mengambil uang itu dan memberikannya pada anak kecil yang di palak tadi. "Syukurlah kamu tidak apa-apa. Ayo jangan nangis, uang kamu kan masih ada !" kataku menghiburnya. "Bu.. bukan itu .. Aku .. Sedihh .. melihat .. kakak .. itu .. hik" Akupun yang lupa dengan Taejun segera berbalik dan menghampirinya yang duduk sambil memegang tangannya yang terluka. "Kau ini bodoh, untuk apa kamu menolongku tadi ?" Tanyaku kesal lalu duduk di sebelahnya. "Kau yang bodoh. Tindakanmu tadi sih memang mulia, tapi juga ceroboh. Kau mau nyari mati ya ? Untung saja tadi aku sempat menolongmu saat kamu ingin dibunuh oleh mereka, kok kamunya yang malah ngomel-ngomelin aku sih. Tidak tahu terimakasih." Jawabnya cemberut. "Iya deh, terimakasih ya telah menyelamatkanku. Oh ya dik, kamu boleh pulang kok. Lebih aman kalau kamu di rumah, dan lain kali hati-hati ya." kataku sambil tersenyum. "Ma.. makasih ya kak.." kata anak itu mengusap air matanya lalu pergi meninggalkan kami berdua. Akupun segera membantu Taejun, tapi dia menolak. "Yang sakit bukan kakiku tahu. Aku bisa jalan sendiri kok." Katanya sok tapi masih merintih karena kesakitan. "Kau ikut kerumahku ya. Aku akan mengobatimu." kataku prihatin terhadap tangannya Taejun. "Tidak usah, ini cuma luka kecil. Aku ini cowo, tidak gampang nangis sepertimu." jawabnya meledek. "Ugghh, liat saja kalau nanti tangan kamu sudah sembuh ! akan aku..." "Iya-iya cuma bercanda. Aduh, lukaku makin sakit gara-gara kamu ngomong sih." ujarnya. "Jangan berlebihan deh. Sudahlah, pokoknya kau harus ikut denganku." paksaku sambil menarik lengannya. Kamipun akhirnya tiba di rumahku. Aku tinggal sendiri karena  kedua orangtuaku harus pergi ke Inggris , ada urusan pekerjaan yang menurutku hanya untuk melatih kemandirianku. Akupun segera mengantar Taejun ke kamarku untuk mengobati lukanya. "Sudah kubilang tidak usah , nanti sembuh sendiri kok" komentarnya sengit. "jangan cerewet. kemarikan tanganmu" kataku lalu mengobati darahnya. "Nahh selesaii !!" ujarku lalu melihatnya. Entah mengapa ada perasaan yang tidak enak saat aku menatap matanya. Dan tiba-tiba, dia langsung mendekat......







TO BE CONTINUED

Minggu, 19 Desember 2010

I am a dreamer ! (pt. 1)

Di suatu pagi yang cerah, aku hanya bisa bersandar di kursi sambil menatap awan yang melayang-layang di udara dari jendela. Aku sangat bosan mendengar ocehan guruku yang sedang menerangkan pelajaran, akupun hanya bisa terus menatap langit yang indah sambil membayangkan betapa empuknya tidur di atas awan itu. Lama kelamaan tanpa sadar akupun tertidur. Teman sebangkuku yang bernama Hye Jin kaget melihatku tidur, diapun segera membangunkanku "Sung Ha ! Sung Ha ! ayo bangun ! nanti ketahuan pak Hyun Jae !". Karena tidur terlalu nyenyak, aku tidak mendengar ucapan temanku. Aku terus tertidur dan bermimpi indah. Aku sedang berada di padang rumput yang hijau, sedang musim semi rupanya. Aku berjalan-jalan mengelilingi padang rumput itu sambil bernyanyi-nyanyi dengan riangnya. Sampai suatu ketika tiba-tiba muncullah didepanku seorang pria tampan. Dia mengajakku berdansa di tempat ini. Karena aku ingin sekali melihat wajahnya, aku pun mendekat. Dan kemudian... BYUURRR ! Kini air sudah membasahi seluruh mukaku. Terang saja, guruku yang melemparkannya. Akupun langsung bangun karena kaget. Guruku menatapku dengan tatapan marah. Akupun hanya bisa tertunduk malu dan takut. Sedangkan teman-temanku hanya bisa melihat guruku yang sedang marah. "Kamu dan Tae Joon keluar dari kelas ini ! bapak tidak mau melihat dua anak pemalas tidur di saat pelajaran !" bentak pak Hyun Jae. Aku kaget mendengar nama Taejoon disebut, tidak apa-apa deh, walaupun cowo, setidaknya aku ada teman. Kami berduapun segera keluar dari kelas. "Aku kaget lho ternyata anak paling pintar di kelas tidur saat pelajaran." Ejekku, memang aku dan dia adalah teman kecil. Jadi sudah aku sudah biasa mengejekki dia. "Cerewet, aku ketiduran karena belajar semalaman tahu." jawabnya jengkel. "lagipula kau sendiri juga kan ?" lanjutnya. "Huh, aku kan murid biasa, sedangkan kau ketua kelas." jawabku tidak mau kalah. "sama aja tuh" balasnya meledek. "Ihh.." "Sudahlah, jangan berisik. Nanti pak Hyun Jae marah lagi." Dan kamipun terdiam. Beberapa menit kemudian Taejoon berbicara lagi padaku "memangnya, tadi kau mimpi apa ? sampai nyenyak banget." "hah ?!" jawabku kaget. "Emm .. itu .. bukan apa-apa kok. Aku ga inget mimpi apa tadi." "bohong." ledek Joon. "Sungguh !" "Baiklah, kalo kau tidak mau cerita. Aku saja yang cerita tentang mimpiku. Kau mau dengar tidak ?" tanya Taejun. "Ya, ya, yasudah." jawabku ragu. "Begini, tadi aku mimpi, aku lagi ada di padang rumput. Aku bingung harus ngapain disana. Dan, tiba-tiba dari kejauhan, Aku ngeliat cewe cantik banget. Kaya putri sungguhan, dan aku pun mendekat dan mengajak dia berdansa. Entah kenapa aku mau melakukan hal itu. Nah, saat cewe itu mau mendekat, tiba-tiba aja Pak Hyun Jae nyirem mukaku. Yaudah mau gamau aku harus bangun. Tapi serius, ini pertama kalinya aku mimpi bersama cewe. Ga akan pernah aku lupain. Nah, sekarang kau mau cerita tentang mimpimu kan ?" Akupun hanya bengong melihat Taejun. Kok mimpi dia sama seperti mimpiku ?! Apa jangan-jangan.. Ah gamungkin ! pasti cuma kebetulan doang kok ! Siapa tau putrinya itu bukan aku. "Sungha ? Sungha !" "Ehhh , apa ? ada apa ?" jawabku kaget. "Kok kau bengong sih ? cerita dong tentang mimpimu tadi !" tanya Taejun penasaran. "Aku bener-bener lupa ! Cuma mimpi doang kok ! Gapenting !" kataku kesal, padahal aku tak tau sebabnya mengapa aku kesal. Tiba-tiba si guru galak pak Hyun Jae keluar. Aku kira dia mau memarahi aku dan Taejun lagi. Tapi ternyata pelajarannya telah selesai, dia pun berbicara pada kami "Lain kali kalau saya melihat kalian seperti ini lagi. Jangan harap kalian bisa pulang ke rumah." "i.. iya pak." jawab kami gugup lalu masuk ke kelas. Pulang sekolah, aku berjalan kaki. Yahh, untuk sedikit menghemat. Lagipula jarak antara rumah dan sekolahku tidak terlalu jauh kok, walau menurut temanku jauh. Aku berpikir, mimpi Taejun tadi memang masih menyangkut di otakku. Bagaimana mimpi kita sama ? Cuma kebetulan atau apa ? Apa jangan-jangan aku dan Taejun... Ahh ga mungkin ! Saat aku sedang asik berpikir, pikiran ku terganggu oleh anak kecil yang kelihatannya sedang dipalak oleh preman-preman. Akupun dengan cerobohnya langsung menghadapi preman-preman itu dan berkata pada preman itu "Jangan ganggu dia !" teriakku. "Huh, siapa kau ? berani-beraninya mengganggu kami. Kau mau mati hah ?!" bentak preman itu. "Gua ganggu ?! Kalian duluan kali yang ganggu anak kecil ini !" jawabku tak mau kalah, walau sedikit bodoh. "Ohh, lo emang bener-bener nyari mati ya !" Preman itu langsung mengeluarkan pisau dan ingin segera menusukku....








TO BE CONTINUED